Engkau menemukanku saat aku tak
tau arah
Merangkul mendekap tak kenal
lelah
Di kalah hati ini gundah gulana
hanya kau tujuanku
Damai tenang bahagia saat
berjumpah denganmu
Engkau yang tau
bagai mana kuncup itu mulai mekar
engkau setia
menyirami dan memberi pupuk hingga ia mekar
kuncup itu
Merekah perlahan penuh arti
Tahap demi tahap
begituh berarti
Bak
metamorphosis yang terus berfase
Iya tak pernah
berhenti bermetamorfosis
karena hijrah ke
jannah-Nyalah akhir diri metamorphosis ini.
Ku harap asa ini
takkan pernah sirnah oleh waktu
Jujur angin yang
kencang kadang membuat diri ini takut kuncup itu akan jatuh sebelum mekar.
Dan tali itu
salah satu perekat agar iya tak gugur
tali pengikat yang merekat namun tali itu kini
akan berganti,
dan ku harap iya
lebih mengokohkan sampai ke akar kuncup yang mulai mekar itu.
Sepenggal puisi
biasa-biasa saja tapi mengungkapkan apa yang tersirat dihati ini, jika mau di
ungkap semua cerita dari awal rasanya malu saat engkau harus mengejarku, tapi
sekarang aku yang mengejarmu, tapi mungkin kita tidak bersatu lagi seperti
sebuah cincin itu tapi kita kan selalu bertemu tanpa ikatan kapanpun dan di
manapun aku bisa menemuimu.
Metamorphosis
itu sedikit demi sedikit berubah walau masih belum sampai tahap yang sempurna
hanya berharap engkau dapat selalu ku andalkan sebagai mentari yang menemani
setiap tahap metamorphosis itu.
Tak dapat ku
pungkiri seribu rasa menghampiri saat kita tak dapat lagi bersama, sungguh
mungkin tak dapat lagi ku temukan mbak sebaik dirimu yang sangat mengerti yang
selalu mendukung semua pontensi walau aku orang yang minderan tapi kau
mendorongku sehingga sayap itupun mulai berkembang perlahan.
Satu kejadian
yang mungkin buatmu sangat berkesan dan mungkin sudah berjuta kali kau
ceritakan, saat sore itu handponeku berdering terdengar suara merdumu tanpa
basa basi langsung ku iyakan ajakanmu. Ku pikir itu cuma kejadian biasa tapi
ternyata itu awal langkah besarku. Semua berubah walau terasa perlahan tapi
engkau memahamkan apa yang selama ini banyak tak ku pahami.
Yah
engkau yang mengerti aku anak yang rasa ingin tahu sangat tinggi di bilang
terlalu kritis, sangking kritis nyebelin( maaf yah temen-temen). Berjuta
celotehanku yang mungkin menyakitkaan hati engkau balasan dengan senyuman dan
jawaban lembut untuk memahamkan diri ini. Memang terkadang aku susah di atur
dan egois tapi kau seolah tau celahku sehingga aku menjadi anak yang sedikit
patuh padamu.
Banyak
kisah tentangmu dan diriku susah bahagia kau selalu ada, tak tau berapa masalah
yang kau rasa tapi senyummu tak kan sirnah di depanku. Menjawab akan semua keluhku
mendengar colotehanku yang menggerutuh.
Rasanya tak
ingin berpisah darimu, tak mau tapi rasa gundah ini selalu bisa kau tebas dan
menenangkanku dengan sejuta kata indahmu, mungkin sekarang waktunya aku belajar
lebih banyak lagi.
Sekarang burung itu kau lebarkan sayapnya
Semoga iya dapat mengepakakan sayapnya
Merajut asa
yang terpendam selama ini,
Semoga iya
dapat melebarkan sayapnya dan terbang tinggi.
Menjelajahi dunia baru yang mungkin salama ini
tidak di ketahui,
Ingin rasanya
berdiam diri saja
Tapi sekali lagi kau menyentuh hati dan
pikiranku untuk tenang melebarkan sayapku.
Yah itulah dirimu yang selalu tau meluluhkan
pikiran dan hati ini.
Dulu sedikitpun
aku tak bisa membayangkan dan tidak mau berpisah aku pikir jika terjadi aku
akan menangis sejadi-jadihnya tapi ternyata tidak aku menerimanya dengan
ikhlas, terima kasih telah menjadi perantara pelita itu,semua terasa lebih
terang.
Ada kegelisahan
yang tersirat di wajahmu apakah aku bisa mengepakan sayap ini yang selama ini
aku selalu di mengerti dan sekarang aku harus mengerti orang lain. Apakah aku
bisa, insyaallah do’amu selalu ada untuku ku yakin bisa.
Sekarang aku
mempunyai adik yang sepertiku bahkan lebih dari aku, yah di situ aku selalu
teringat akan kesabaran dirimu menghadapiku, bagaimana tegarnya engkau
mengokohkanku bagaimana terjalnya engkau mencariku, betapah kuatnya engkau
selalu mendekapku. Iya itu yang menjadikanku kuat untuk dapat sepertimu saat
memiliki adik sama seperti aku. Betapa hebatnya dirimu menghadapiku. Apakah aku
bisa sepertimu??
Semoga nanti aku
bisa sepertimu, ukhty cerdas, idealisme yang tinggi berkemauan keras dan tak
pernah ada kata takut dalam kamusmu, semua seakan mudah saat kau berkata bisa.
Yah power itulah yang terkadang merasuki diri ini apa yang ku anggap tak bisa selalu kau yakinkan diri ini
bisa.
Masih teringat
saat kita pernah berada di ruangan yang sama tiap harinya kita bersama rasanya
bahagia banget seseorang yang ku kagumi kini dapat ku temui setiap hari,
rasanya telah banyak yang ku dengar darimu, tapi takkan pernah habis.
rasanya nyaman saat bulir-bulir kata indah kau
lantunkan,kau banyak mengajariku akan hidup ini, setiap masalah yang kuhadapi
seolah kau yang memegang kuncinya. Selalu ada cara yang kau tawarkan membuat
diri ini tenang, terkadang juga suka haru saat kau sudah lelah dan malam telah
larut tapi masih semangat menjawab pertanyaan-pertanyaanku.
Satu yang
membuat aku sangat salut terhadapmu , apapun yang menurutku tak mungkin selalu
mungkin jika kau menyemangatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar