Perubahan Perekonomian
di Nusantara
Kerajaan
di Indonesia yang
pertama berkembang di Indonesia yaitu kerajaan Hindu dan Buddha yaitu kerajaan
kutai. sistem perekonomian yang di gunakan pada waktu itu adalah perdagangan,
sehingga hubungan dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti
India, China dan wilayah Timur Tengah pun bisa terjalin. kerajaan yang paling
berpengaruh dalam perekonomian di nusantara adalah kerajaan sriwijaya dan
majapahit
Perkembangan kolonialisme dan
imperialisme barat di indonesia
secara umum kedatangan bangsa barat di indonesia dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan mendesak mencari rempah-rempah, yang kemudian diikuti oleh mencari kejayaan dan menyebarkan agama (glory, gold, gospel). Bangsa-bangsa barat yang pernah menjajah indonesia antara lain :
secara umum kedatangan bangsa barat di indonesia dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan mendesak mencari rempah-rempah, yang kemudian diikuti oleh mencari kejayaan dan menyebarkan agama (glory, gold, gospel). Bangsa-bangsa barat yang pernah menjajah indonesia antara lain :
- Bangsa
portugis menjajah indonesia
Pada tahun 1512, bangsa portugis yang
dipimpin oleh fransisco serrao mulai berlayar menuju kepulauan maluku. Bahkan
pada tahun 1521, antonio de brito diberi kesempatan untuk mendirikan kantor
dagang dan beneng santo paolo di ternate sebagai tempat berlindung dari
serangan musuh. Orang-orang portugis yang semula dianggap sebagai sahabat
rakyat ternate berubah menjadi pemeras dan musuh.
2. Bangsa spanyol menjajah indonesia
2. Bangsa spanyol menjajah indonesia
Pelaut spanyol berhasil mencapai
kepulauan maluku pada tahun 1521. Bangsa spanyol dimanfaatkan oleh rakyat
tidore untuk bersekutu dalam melawan rakyat ternate. Maka pada tahun 1534, ada
perjanjian bahwa bangsa spanyol memperoleh wilayah perdagangan di filipina
sedangkan bangsa portugis tetap berada di kepulauan maluku.
3. Bangsa belanda menjajah indonesia
3. Bangsa belanda menjajah indonesia
Proses
penjajahan bangsa belanda terhadap indonesia memakan waktu yang sangat lama,
yaitu mulai dari tahun 1602 sampai tahun 1942. Penjelajahan bangsa belanda di indonesia, diawali oleh
berdirinya persekutuan dagang hindia timur atau vereenigde oost indische
campagnie (voc).pd kepemimpinan VOC di terapkan sistem ekonomi monopolis.VOC
adalah lembaga yang menguasai perdagangan dan perekonomian Indonesia.
Peraturan-peraturan
yang ditetapkan VOC seperti verplichte leverentie (kewajiban meyerahkan hasil
bumi pada VOC ) dan contingenten (pajak hasil bumi) dirancang untuk mendukung
monopoli itu. Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam
mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda.
Sejak
pertengahan abad ke-17 sampai berakhirnya VOC, Belanda sudah menguasai hampir
seluruh penghasil dan perdagangan rempah-rempah, kecuali Aceh.
Setelah VOC dibubarkan, kekuasaan atas Indonesia berturut-turut dipegang oleh Daendels, Janssens, Raffles dan pemerintah Hindia-Belanda.
Setelah VOC dibubarkan, kekuasaan atas Indonesia berturut-turut dipegang oleh Daendels, Janssens, Raffles dan pemerintah Hindia-Belanda.
Masa
pendudukan Jepang ( 1942-1945)
Tanggal
1 maret 1942, tentara jepang berhasil mendarat pasukannya di pulau jawa di tiga
tempat sekaligus, yaitu teluk Banten, eretan waten (jawa barat), dan kranggan (
jawa tengah). Keadaan ini memaksa gubernur jendral hindia belanda, tjarda van
starkenborgh stachouwer, menyerah tanpa syarat terhadap tentara jepang pemimpin
letnan jendral hitishi imamura dalam sebuah pertemuan di kalijatitanggal 8
maret 1942. Pertemuan ini mengakhiri kolonial belanda dan menempatka jepang
sebagai pengusa baru atas Indonesia.
Pemerintah
militer Jepang menerapkan suatu kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi
mendukung gerak maju pasukan Jepang dalam perang Pasifik. Sebagai akibatnya,
terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat.
Kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan,
karena produksi bahan makanan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak
jarak untuk pelumas pesawat tempur menempati prioritas utama. Impor dan ekspor
macet, sehingga terjadi kelangkaan tekstil yang sebelumnya didapat dengan jalan
impor.
Seperti
ini lah sistem sosialis ala bala tentara Dari Nippon. Segala hal diatur oleh
pusat guna mencapai kesejahteraan bersama yang diharapkan akan tercapai seusai
memenangkan perang Pasifik.
Kebijakan ekonomi yang dijalankan
pemerintah kolonial menimbulkan penderitaan bagi bangsa Indonesia yaitu tanam
paksa dan politik kolonial liberal yang menyebabkan timbulnya
perlawanan-perlawanan dari berbagai daerah di Kepulauan Nusantara.
Perekonomian
Indonesia Pada Masa Orde Lama
Masa Pemerintahan
Indonesia Orde lama berjalan sekitar 23 tahun yaitu dari tahun 1945-1968
dibawah kepemimpinan sang proklamator Presiden Sukarno.
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain
disebabkan oleh :
Inflasi yang sangat tinggi,
disebabkan karena banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan
tingkat harga. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945
untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI. Kas negara kosong. Dan Eksploitasi
besar-besaran di masa penjajahan.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk
mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
1. Program Pinjaman Nasional pada bulan Juli 1946.
1. Program Pinjaman Nasional pada bulan Juli 1946.
2. Upaya menembus blokade dengan
diplomasi beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika,
dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan
Malaysia.
3.
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera)
Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Masa ini disebut masa liberal, karena dalam
politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal.
Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang
menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah
dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk
kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
Masa
Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Sebagai
akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, Indonesia menjalankan sistem demokrasi
terpimpin& struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme
(pemerintah mengatur segalanya) sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli
1959. Sistem ini diharapkan akan membawa kemakmuran bersama dan persamaan dalam
sosial, politik,dan ekonomi (Mazhab Sosialisme). Namun kebijakan ekonomi
tersebut pada masa ini belum bisa memperbaiki keadaan ekonomi indonesia.
Perekonomian
Indonesia Pada Masa Orde Baru
Pemerintah
Orde Baru selama 32 tahun. Setelah jatuhnya masa pemerintahan presiden Soekarno
dan digantikan oleh presiden Soeharto,. Pada masa ini perbaikan di bidang
ekonomi dan politik adalah prioritas utama. Dan pada awal 1966 tingkat inflasi
kurang lebih 650 % per tahun Krisi moneter yang melanda Negara-negara di Asia
Tenggara sejak bulan Juli 1996, juga mempengaruhi perkembangan perekonomian
Indonesia. Dan dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam
kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila. Ini Hasilnya, pada tahun 1984
Indonesia berhasil swasembada beras, penurunan angka kemiskinan, perbaikan
indikator kesejahteraan rakyat seperti angka partisipasi pendidikan dan penurunan
angka kematian bayi, d
Pemerintah
juga berhasil menggalakkan preventive checks untuk menekan jumlah kelahiran
lewat KB dan pengaturan usia minimum orang yang akan menikah.
Pada
awal pemerintahannya usaha – usaha yang dilakukan sangat berhasil untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pembangunan
hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik,
ekonomi, dan sosial yang adil.
Sehingga
meskipun berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi secara fundamental
pembangunan nasional sangat rapuh. Akibatnya, ketika terjadi krisis
moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan Negara, tetapi juga telah
menghancurkan keuangan nasional. Faktor lain yang menyebabkan krisis ekonomi
yang melanda Indonesia tidak terlepas dari masalah utang luar,
Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat secara
drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai
kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi. Pada akhir tahu 90-an dengan
runtuhnya rezim Orde Baru dan seiring dengan era reformasi terbuka.
Ekonomi Orde
Reformasi (1998 sampai sekarang)
a.
Pemerintahan BJ
Habibie (1998)
Sejak juli 1997 rupiah mulai tidak
stabil dan mulai menggoncang perekonomian nasional. Pada oktober 1997 Indonesia
meminta bantuan keuangan IMF, nilai tukar rupiah terus melemah dari awalnya Rp.
2.500 per dollar AS sampai mencapai Rp. 15.000 per dollar AS, hal ini
menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia yang akhirnya juga
memunculkan krisis politik ditandai dengan turunnya presiden Soeharto pada
tanggal 21 Mei 1998 digantikan oleh wakilnya BJ Habibie.
Pemerintahan
presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan
manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya
diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik.
b.
Pemerintahan Abdurrahman Wahid /
Gusdur (1999)
Ketidakstabilan politik dan sosial
yan tidak kunjung surut selama pemerintahan Gusdur menaikkan tingkat country
risk Indonesia. Hal ini ditambah semakin buruknya hubungan antara pemerintah
Indonesia dengan IMF, membuat pelaku-pelaku bisnis termasuk investor asing
enggan melakukan kegiatan bisnis atau menanam modalnya di Indonesia. Akibatnya
perekonomian nasional pada masa Gusdur tahun 2001 cenderung lebih buruk
daripada pemerintahan Habibie bahkan bias membawa Indonesia ke krisis kedua
yang dampaknya terhadap ekonomi, sosial dan politik akan jauh lebih besar
daripada krisis tahun 1997.
c.
Pemerintahan Megawati (2001)
Kabinet Gotong Royong pimpinan
Megawati menghadapi keterpurukan kondisi ekonomi yang ditinggal Gusdur seperti
tingkat suku bunga, inflasi saldo neraca pembayaran dan deficit APBN. Di masa ini direalisasikan berdirinya KPK (Komisi
Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan
korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali
untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan
nasional. Pada pemerintahan Megawati mulai tahun 2002 dan di tahun 2003 kondisi
makro ekonomi semakin membaik yakni inflasi, tingkat suku bunga turun, kurs
rupiah stabil, stabilitas politik tercipta dan roda perekonomian dapat roda
perekonomian dapat bergerak kembali.
d.
Pemerintahan SBY 2004 sampai sekarang
Kebijakan presiden SBY adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain
menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak
dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan
kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Kebijakan lain yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat
miskin, PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai
tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan
likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.
Kondisi Perekonomian
Indonesia saat ini masih jauh dari yang kita harapkan, perkonomian yang
belum bisa dikategorikan sebagai perekonomian negara yang stabil atau baik. Hal
ini dapat dilihat dari ketidakmerataannya kondisi perekonomian yang menyebabkan
terjadinya kesenjangan sosial dimana terjadinya perbedaan antara adanya
keberadaan kawasan mewah yang golongan masyarakatnya menegah keatas dengan
adanya keberadaan kawasan kumuh yang tingkat ekonomi masyarakatnya sangat
memperihatinkan.
Masalah
Perekonomian Indonesia yang sampai saat ini sangat memperihatinkan bukan
hanya tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi melainkan kinerja
pemerintah yang tidak maksimal dan ketidakbijaksanaannya pemerintah dalam
memprioritaskan kebutuhan masyarakat seperti yang sudah dibahas pada artikel
diatas pemerintah lebih mengutamakan pembangunan ifrastruktur dibanding mengalokasikan
dananya untuk menanggulagi masalah perekonomian masyarakat dibeberapa wilayah
di Indonesia.
- Jokowidodo
Bagaimana perekonomian
di indonesia nanti kita lihat saja ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar