Kamis, 05 Februari 2015

Iri melihat akhwat WAKI FISIP UNSRI yang bermain air terjun

Rencana kepagar alam pun terlaksana, walau berbagai kendala dan harus ada air mata yang mengawalinya alhamdulllah berakhir dengan senyuman ini juga menjadi pelipur lara, saat terpaan angin malam haha,, setelah habis sidang. Sidang apaan??? Aduh gak usah di tanya nanti bikin darah tinggi aja,,, walau rasanya tak sanggup berjalan namun hari esok yang cerah tak mengurungkan niat kami sedikitpun semangat menggebuh akhwat waki tak terhentikan oleh halang rintang yang mengahadang yang menguras hati, pikiran dan tenaga, haha
Saya mau cerita salah satu kejadian yang paling berkesan yang paling tragis yang kami alami di pagar alam,  tepatnya di sebuah air terjun yang indah.
 Rencananya kami ingin main air di salah satu air terjun yang ada di pagar alam pertama kami datang ke curuk mangkok tapi suasana tidak mendukung untuk main air karena terbuka, yah kami ahirnya hanya fhoto2 di sana,  biasa kalo jalan-jalan yang di utamain itu fhoto akhwat fisip unsri pastinya tak mau terlewatkan satu moment.  aduh di sini bukan cari ketenangan atau liburan tapi malahan jadi hantu fhoto deh setiap gerak rasanya ingin di abadikan. setiap sudut di air terjun itu saya rasa telah terabadikan dalam kamera saya dan teman-teman, airnya jernih dan berwarna biru indah sekali ciptaan tuhan Allahuakbar Subhanallah. air terjunnya tidak terlalu lebar sih tapi indah untuk di pandang, moment yang paling dramatis yang terjadi di air terjun ini adalah saat  terdengar suara teriak akhwat yang memecahkan fose kami untuk di fhoto. Semua mata terutuju ke dalam air,  apa yang terjadi hati bertanya-tanya apa ada akhwat waki yang terjatuh atau melihat putri duyung di air terjun ternyata apa yang ada di benak saya salah, terlihat sebuah hp berwarna putih telah berada di dalam dinginnya air terjun, sang pemilik hp mbak termanis hanya terpukau terdiam melihat kejadian itu tak berkutik.  Mungkin sang hp juga ingin merasakan dinginnya air terjun, iri mungkin melihat kami main air jadi ingin ikutan, kakak yang sebagai supir + sebagai grup band dengan 2 kakak lain dengan gitarnya menghibur kami sepanjang jalan di mobil, dan sekaligus sebagai pemandu wisata kami, lagu yang paling kami ingat dan palng lucu itu selimut tetangga kalau akhfi nyanyiin ni lagu pasti ngakak haha. Sebab nadanya yang kami nyanyiin lucu hehe..
Kembali lagi ke si hp yang menjadi topik utama. Lanjut cerita ni kakak ingin mengambilkan hp tapi airnya cukup dalam sehingga kakak itu tepatnya kak iwan namanya mengurungkan niat karena takut jins dan bajunya basah, langsung deh mbak tercare dengan sigap dan tanpa pinggir panjang turun ingin mengambil hp tersebut ia harus mencelupkan tangannya karena terlalu dalam ia ingin menyingsingkan lengan bajunya tapi iakan akhwat tangguh tahu kalau ada laki-laki yang akan melihat auratnya,lalu ia mengurungkan niatnya. tanpa pikir panjang tangannya langsung ia celupkan untuk menyelamatkan sang hp yang telah menggigil kedingan, hal hasil baju nya mbak tercare pun basah tapi tak apalah yang penting hpnya terselamatkan waw,, good job deh buat mbak yang satu ini, saya heran kenapa tu hp bisa nyemplung apa emang di sengaja ingin mandiin hp, ternyata hpnya gak sengaja meluncur dari kantong hp mbak termanis.  Jadi kami berusaha untuk mengeringkan mau di jemur tapi mataharinya masih malu-malu di balik awan, gunung dempo aja ketelan ama si awan apalagi si matahari, yah jadi terpaksa deh di tiup-tiup aja dan hp itu hal hasil harus di rujuk ke konter. Semoga lekas sembuh yah hp yang udah banyak nelen air. Alhamdulillah hpnya bener walau harus di upname dan berpisah beberapa hari dengan sang pemilik.
Teh next cerita itu tragedi gozila... di tunggu ya

#Edisi Akhwat Waki Goes To Pagar Alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar