Minggu, 18 Januari 2015

Mengapa Aku di Sini?


Kembali lagi pertanyaan itu aku munculkan, yah di sini di suatu organisai yang tak pernah aku bayangkan atau mimpikan akan berada di dalamnya di semester mendekati akhir, dahulu aku hanya mengingkan aktif saat di semester tengah saja mengisi waktu kuliah dan memperoleh beberapa pengalaman,  bukannya aku tak bersukur atau tak mau tapi aku masih tak tahu dari mana dan kemana ini semua, aku pikir di semester 6 ini aku akan bebas terbang melayang, konsen hanya pada satu misiku yaitu kuliah, aku pikir setelah aku menyandarkan ke garis finis kendaraan sebelumnya, aku akan terbang bebas mengembara. Ternyata salah. malahan aku lebih terperangkap di sebuah lembah yang aku tidak tau bagaimana caranya untuk sampai ke puncak. Ini bukan sembarang lembah ini sebuah lembah yang banyak orang ingin memasukinya, di mana banyak orang hebat. pikirku di sana, yah lembah itu, apa harus aku ganti menjadi khayangan atau sebuah kerajaan agar terlihat keren. Tapi bagiu itu lembah walau mungkin sesungguhnya itu istana. Aku tak taHu. Rasa takut terus mengikuti. Di lembah itu di sana misiku tak cuma satu yaitu misi sesungguhnya dan misi yang nyata. apa bedanya? Bedanya aku menjalan sebuah misi untuk melancarkan misi sesungguhnya. Bisa di sebut misi di atas misi.
Yah sudahlah membahas misi aku juga tidak tahu bagaimana menjalankannya kedua-duanya sungguh berat, apa aku bisa menjalankannya, ingin rasanya pergi dari lembah yang hebat  itu namun sayang itu hanya terlontar di bibir. hati masih menguatkannya, banyak alasan selain alasan utama aku harus  berada di sana. salah satunya yaitu aku tak mau meninggalkan temanku membiarkan mereka berjuang sendiri. Walaupun mungkin aku tak dapat membantu, tapi setidaknya aku menemani meraka berjalan. 
Sebelum aku berbuat salah nanti aku ingin meminta maaf, kenapa aku di sini aku juga tak tau yang aku tahu, aku takut tak seperti kalian bayangkan dapat kalian andalkan dan dapat membantu kalian, aku tidak tau aku bisa atau tidak, karena aku sungguh tak sanggup walau hatiku terus menguatkan.
Sebenarnya berat, sungguh berat awalnya saja sudah berat harus berperang yang cukup mengeluarkan tenaga, apalagi nanti. Jika aku tak memiliki kalian wahai sahabatku yang selalu menguatkan aku jika aku tak memiliki mbak-mbak yang hebat yang selalu menginspirasiku aku tak mungkin kuat disini.
            Sebuah niat yang ikhlas dapat memudahkan semua masalah, banyak tantangan di awal saat aku bergabung, aku tak tau kemana arah dan tidak ada tempat bertanya apa dan bagaimana secara terperinci yang harus ku lakukan, aku tidak pernah melakukan semua ni sebelumnya dan paling males untuk berurusan dengan pihak birokrat, karena itu setiap surat untuk penelitian biasanya teman ku yang membuatnya, untuk mengurus beasiswa ya aku harus bersama temanku bersama-sama tahap demi tahap melakukan prosedur untuk mendaftar beasiswa, dan akhirnya aku di takdirkan untuk berurusan dengan birokrat dengan abah-abah abu-abu aku terus melangkah tak tau yang penting berusaha dahulu walau harus kena marah atau apalah yang penting amanah ini harus tuntas, jika tidak maka aku akan merasa bersalah karena tidak bisa menolong, yah karena masih di  awal dan aku bukan seorang yang berani sesungguhnya untuk berurusan dengan yang di atas, yah terpaksa pekerjaanku di ambil alih, merasa malu sih, banget tapi apa daya aku tak mampu, duhh bagaimana besok-besok ya, gak tau. Kenal sama pihak birokrat kampus saja enggak, ternyata memang benar “Allah akan terus mengujimu dengan ujian yang sama sampai engkau dapat melewatinya”,, ya itu ujian dan aku tak tau di mana jawaban untuk dapat mendapatkan nilai A di ujian ini.
Sebenarnya pengen sih kenal, tapi yahh takut salah, yah takut,, sering terlontar dari beberapa teman masak anak polkastrat takut,, hah aku tercengang dengan kata-kata tersebut,. Tapi tidak membuatku kecewa atau marah, yah aku malahan senang sebaiknya kalian tahu kalu aku tak bisa sebenarnya, dari pada kalian berharap lebih namun aku tak bisa dan akhirnya mengecewakan kalian lebih baik kalian tahu apa kekuranganku.

            Belajar,,,, Sebenarnya amanah ini sangat menuntut untuk aktif dan sangat aktif namun semester ini jadwalku padat karena ketertinggalanku banyak mata kuliah yang ku ambil semester ini yaitu 9 mata kuliah, 5 hari dalam seminggu full kuliah, dan yang paling hebat di semester ini adalah mata kuliah pps (praktik penelitian sosial), ini mata kuliah seperti membuat skripsi Cuma bedahnya ini berkelompok,, harus bimbingan dengan dosen dan terjun kelapangan mencari data, yang pasti banyak menyita waktu luang , teman-temanku yang lain saja hanya mengambi 16 atau 18 sks saja supaya konsen sama pps namun sedangkan saya mengambil 23 sks d tambah amanah yang menuntut saya aktif astagfirullahallazim, tidak tau apa yang akanku jalani ke depan aku pikir aku telah selesai melewati unjianMu ya Allah ternyata lebih berat lagi ujian yang Engkau berikan . aku tahu engkau pasti tak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan umat-Mu. Dan aku harus bertahan demi misi yang sesungguhnya, sama seperti kendaraan yang ku gunakan sebelumnya, saat kendaraan itu mencapai finis ternyata kesulitan yang aku alami  di kendaraan sebelumnya itu adalah kebahagiaan. Jadi ku harap dengan kendaraan baru ini aku bisa menikmati kebahagian itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar