Rabu, 14 Oktober 2015

Boneka yang di Mainkan Oleh Tangan yang Indah,,

»Yah tangan yang indah bukan berarti ia mempermainkan boneka itu semaunya, ia tau apa yang harus di lakukan sang boneka, menunjukan arah yang benar baginya dan juga untuk sang boneka, tangan indah sangat memikirkan boneka apa dampak positif dan negatif yang ia lakukan terhadap boneka tangan indah inginkan adalah supaya sang boneka selalu mendapatkan dampak positif.
sebenarnya tau dan saya sangat tau kalian inginkan yang terbaik untukku, seandainya kalian orang tuaku dan dapat aku merengeki dan aku tangiskan pasti akan kulakukan agar dapat merubah suatu peta yang ada, yang pasti itu berubah kalau sang anak sudah merayu-merayu merengek-rengek pasti hati orang tua luluh, dan pasti itu tidak bisa kulakukan kepada tangan indah tersebut, yah jika secara logika untuk merayu aku tidak bisa sejuta statemen yang aku lontarkan pasti ada sejuta sanggahan yang di berikan untuk membuatku berkata ia.
di sini hanya di sini mungkin aku bisa lepas namun tak terlepas. Mengungkap semua yang ada di hati, terserah apa yang di kata ini aku dan kekuranganku.
Aku tidak suka sebenarnya, walau aku sudah tau sungguh itu dampak positif bagiku aku tau jika di pikirkan secara logika aku sangat bodoh untuk menolak, yahh bodoh aku tau itu tau, tapi hati ini masih tidak mau menerima kenyataan walau logika telah menyatakan semua kelebihan itu semua.
Aku ingin bebas aku tidak mau melakukannya karena paksaan.
Yah aku melakukannya bukan karena paksaan tidak ada orang yang memaksaku, tapi keadaan yang memaksaku sebuah keadaan yang menyudutkanku,, andai dan seandainya jika aku dapat menjadi tangan indah bagi diriku  tapi aku tau aku tidak punya kekuatan dari segi manapun.
Jika di bilang kasar hidupku hanya sebagai boneka, namun lembutnya sami’nah wa’ato’nah sajalah.
Rasanya ingin teriak lari aku tidak mau, sayang sekali lagi itu tak bisa dengan serius aku ucapkan, sungguh sekali ini hati tak biasa lagi ku toleransi ia tidak dapat lagi aku goyahkan, ia tidak mau tapi hanya untaian kata yang di anggap main-main untuk mengatakan tidak. Padahal aku mengatakan tidak dengancara main-main agar “kepanjangan” dari tangan indah itu tidak tersinggung, apa jadinya jika seseorang dekat dengan kita, kita tolak mentah-mentah yang aku tidak mau ia sakit hati.
Aku menerimanya karena apa jadi:Karena keadaan dan tidak ingin membuat kecewa si penyampai tangan indah itu.
Apa niat ini baik? Tentu tidak dan aku tidak bisa merubahnya menjadi baik, aku takut dengan niat ini bukan merubahku menjadi  baik jika aku mengiakannya tapi membuatku berjalan bukan karena hati, sungguh itu bukan diriku melakukan sesuatu bukan dengan apa yang di inginkan. Apa yang terjadi nanti aku tidak tau dengan niat ini, perbaruhi niat wallahuallam hanya Allah yang tau kelanjutan niat ini, yang aku tau ini menyiksa jika terus berlanjut dan niat ini tak tergantikan. Menyiksa berjalan dengan kaki yang tidak kita inginkan. Jika di tanya kenapa dan mengapa hati ini menolak yah jawabannya aku tidak tau, yang pasti kenyataan yang benar adalah hatiku tidak dapat di paksa.
Aku tidak mau tapi ini masih tetap berlanjut.
Yahh mungkin bagi orang sami’nah wa’ato’ nah ini baik dan ia akan menjawab dengan iya tapi sayangnya aku belum sami’ nah wa ato’ nah.
Apa sih siapa sih apa maunya dengan semua  ini kenapa bisa hidupku tak dapat aku kendalikan sekarang saja tak bias apa lagi nanti,,,,,,,,,
Tapi aku takut takut jika konsekuensi yangkalian lakukan padaku jika aku terus ngotot berkata tidak, aku takut ada konsekuensi . jika di bilang aku pengecut mungkin juga iya, berkata iya hanya takut padakonsekuensi. Sudahlah lihat saja nanti apa yang terjadi. Malang tak dapat ku tolak untung mungkin saja bias kuraih, yang pasti hati masih berkata tidak.
#anginlalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar