»Yah tangan yang
indah bukan berarti ia mempermainkan boneka itu semaunya, ia tau apa yang harus
di lakukan sang boneka, menunjukan arah yang benar baginya dan juga untuk sang
boneka, tangan indah sangat memikirkan boneka apa dampak positif dan negatif
yang ia lakukan terhadap boneka tangan indah inginkan adalah supaya sang boneka
selalu mendapatkan dampak positif.
sebenarnya tau
dan saya sangat tau kalian inginkan yang terbaik untukku, seandainya kalian orang
tuaku dan dapat aku merengeki dan aku tangiskan pasti akan kulakukan agar dapat
merubah suatu peta yang ada, yang pasti itu berubah kalau sang anak sudah
merayu-merayu merengek-rengek pasti hati orang tua luluh, dan pasti itu tidak bisa
kulakukan kepada tangan indah tersebut, yah jika secara logika untuk merayu aku
tidak bisa sejuta statemen yang aku lontarkan pasti ada sejuta sanggahan yang
di berikan untuk membuatku berkata ia.
di sini hanya di
sini mungkin aku bisa lepas namun tak terlepas. Mengungkap semua yang ada di
hati, terserah apa yang di kata ini aku dan kekuranganku.
Aku tidak suka
sebenarnya, walau aku sudah tau sungguh itu dampak positif bagiku aku tau jika
di pikirkan secara logika aku sangat bodoh untuk menolak, yahh bodoh aku tau
itu tau, tapi hati ini masih tidak mau menerima kenyataan walau logika telah
menyatakan semua kelebihan itu semua.
Aku ingin bebas aku tidak mau
melakukannya karena paksaan.
Yah aku
melakukannya bukan karena paksaan tidak ada orang yang memaksaku, tapi keadaan
yang memaksaku sebuah keadaan yang menyudutkanku,, andai dan seandainya jika
aku dapat menjadi tangan indah bagi diriku
tapi aku tau aku tidak punya kekuatan dari segi manapun.
Jika di bilang kasar hidupku
hanya sebagai boneka, namun lembutnya sami’nah wa’ato’nah sajalah.
Rasanya ingin
teriak lari aku tidak mau, sayang sekali lagi itu tak bisa dengan serius aku
ucapkan, sungguh sekali ini hati tak biasa lagi ku toleransi ia tidak dapat
lagi aku goyahkan, ia tidak mau tapi hanya untaian kata yang di anggap
main-main untuk mengatakan tidak. Padahal aku mengatakan tidak dengancara
main-main agar “kepanjangan” dari tangan indah itu tidak tersinggung, apa
jadinya jika seseorang dekat dengan kita, kita tolak mentah-mentah yang aku
tidak mau ia sakit hati.
Aku menerimanya karena apa jadi:Karena
keadaan dan tidak ingin membuat kecewa si penyampai tangan indah itu.
Apa niat ini
baik? Tentu tidak dan aku tidak bisa merubahnya menjadi baik, aku takut dengan
niat ini bukan merubahku menjadi baik
jika aku mengiakannya tapi membuatku berjalan bukan karena hati, sungguh itu
bukan diriku melakukan sesuatu bukan dengan apa yang di inginkan. Apa yang
terjadi nanti aku tidak tau dengan niat ini, perbaruhi niat wallahuallam hanya Allah
yang tau kelanjutan niat ini, yang aku tau ini menyiksa jika terus berlanjut
dan niat ini tak tergantikan. Menyiksa berjalan dengan kaki yang tidak kita
inginkan. Jika di tanya kenapa dan mengapa hati ini menolak yah jawabannya aku
tidak tau, yang pasti kenyataan yang benar adalah hatiku tidak dapat di paksa.
Aku tidak mau
tapi ini masih tetap berlanjut.
Yahh mungkin
bagi orang sami’nah wa’ato’ nah ini baik dan ia akan menjawab dengan iya tapi
sayangnya aku belum sami’ nah wa ato’ nah.
Apa sih siapa
sih apa maunya dengan semua ini kenapa bisa
hidupku tak dapat aku kendalikan sekarang saja tak bias apa lagi nanti,,,,,,,,,
Tapi aku takut
takut jika konsekuensi yangkalian lakukan padaku jika aku terus ngotot berkata
tidak, aku takut ada konsekuensi . jika di bilang aku pengecut mungkin juga
iya, berkata iya hanya takut padakonsekuensi. Sudahlah lihat saja nanti apa
yang terjadi. Malang tak dapat ku tolak untung mungkin saja bias kuraih, yang
pasti hati masih berkata tidak.
#anginlalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar